MENYIA-NYIAKAN WAKTU
Setiap kemajuan manusia memperkuat pentingnya
waktu, setiap filsuf dan orang bijak memperingatkan mereka yang melenggang
menghambirkan dan menyia-nyiakannya, dalam agama kita, Islam, kita dapati bahwa
rasulullah saw menegaskan – dan dengan bentuk yang setingg-tingginya derjat waktu
dengan sabdanya: “dua karunia yang
mayoritas orang tertipu dalam keduanya: sehat dan waktu luang.”
Beliau saw. Bermaksud bahwa disana ada dua
karunia yang allah karuniakan keduanya pada manusia tapi ia tak memanfaatkan
keduanya dengan pemamfaatan terbaik (yaitu sehat dan waktu).
Tak ada orang berakal yang menghamburkan
waktu, mensia-siakan jam per jamnya, karena dia pada hakikatnya membunuh
hidupnya, atau seperti yang dikatakan cendikia yang besar, al Hasan al Basriy:
“Hai manusia, engkau hanyalah hari-hari, maka pabila harimu pergi sebagianmu
lenyap. Yang berakal adalah yang memanfaatkan waktunya dengan cara yang teratur
dan utama, dan tak memberi toleransi untuk hal-hal sepele menyibukannya dan
menguasai usianya.”
MENGAPA WAKTU KITA SIA-SIA
Apabila waktu bagi seseorang laksana pekerja
mutiara lantas mengapa mayoritas manusia mensia-siakan waktu mereka dengan
percuma!!
Dengan melihat kenyataan manusia kita dapati
dua faktor yang mempengaruhi sekali manusia dan mendorong mereka pada keborosan
yang menyakitkan, keduanya (Nilai-nilai dan aneka kebiasaan).
Maka anda pembaca yang budiman anda telah
memperoleh aneka keyakinan dari dua sumber mendasar yaitu:
KEDUA ORANG TUA: apa yang mereka ulang-ulang
pada kedua telinganya anda mengenai waktu dan cara-cara yang mereka sebarkan
dihadapan anda dalam mengenai cara bagaimana bersosialisasi bersama waktumu
seperti itulah redaksi-redaksi mereka juga bersama waktu-waktu mereka.
Perhatian bahwa keluarga yang menanamkan penyusunan pertama dan sosialisasi
yang utama bersama waktu pada anak-anaknya, dan anda juga bersosialisasi dengan
banyak yang teratur dan tertib, tapi menyia-nyiakan waktu anda menumbuhkan anak-anak,
pada mereka ada perasaan pentingnya waktu dan cenderung tidak menghamburkan dan
menyia-nyiakannya. Sebaliknya dari keluarga itu yang berkomunikasi dengan
kebebasan dan tidak memperdulikan bahaya waktu, menumbuhkan anak-anak untuk
cenderung mensia-siakan waktu, dan menumbuhkan nilai-nilai hakiki terhadap masa
yang ada pada mereka.
LINGKUNGAN ANDA: Individu, keluarga, media
masa. Singkatnya masyarakat dima kita hidup jika padanya tidak ada kerelaan
yang cukup pentingnya waktu lalu ia akan menumbuhkan keyakinan
individu-individu yang tak terpelihara dalam berkomunikasa atau bersosialisasi
dengan waktu.
Sungguh sayang kita hidup dengan nilai-nilai
dan keyakinan ini dan yang kita warisi
dari lingkungan dan kedua orang tua kita, bahkan tanpa sadar kita mewariskannya pada anak-anak kita agar
menjadi warisan yang sulit dan berat, ia mengerjakan pekerjaannya dalam
memundurkann mereka dari perkembangan
dan kemajuan.
Agar kita tak berputar dalam lingkaran kosong
salatu langkah yang terpenting yang saya nasihatkan adalam menghancurkan
nilai-nilai dan keyakinan itu adalah:
“yakin bahwa waktu merupakan hal terpenting
dan berharga yang diberikan kehidupan pada kita.”
Setelah kebiasaan dan nilai-nilai yang
datang, faktor lain yang penting yang menyebabkan menyia-nyiakan waktu adalah:
“PANDANGAN NEGATIF PADA DIRI” “Ngative thinking to yourself”.
Sebagaimana kami, para pendahulu kita, maka
andapun terprogram berdasarkan aneka kebiasaan (baik positif maupun negatif),
yang anda peroleh dari keluarga anda dan yang mengelilingi anda secara khusus,
program ini bekerja kerjanya dalam keyakinan anda akan ketidak mampuan memelihara
waktu, anda bergaul positif yang sungguh-sungguh dengan pembunuh (kalajengking)
waktu.
Keyakinan-keyakinan ini selalu mendatangi
anda setiap kali anda dipanggil diri anda sendiri pada seputar management
terbai dan management hidup anda, lalu menghalangi kepentingan anda dan
mengingatkan anda pada sulitnya melaksanakan yang anda inginkan.
Saya kembali ulang-ulang bahwa diam dihadapan
arus pikiran negatif, menghalanginya dan menahannya, serta ketekunan yang
sungguh sungguh mempelajari dan mempraktekan itulah satu-satunya yang
menghancurkan dan meluluh lantahkannya.
Sekarang tentukan mengapa waktu anda terbuang
sia-sia?
1.
2.
3.
INGAT
“siapa yang sibuk dengan sesuatu yang tak penting, ia
mensia-siaan yang penting.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar